kumulai detik detik, karena aku suka
mengawali alkisah deretan kepingan ini
sesekali nada nada yang indah seperti kutakkan bisa
takkan pernah jauh, sepanjang hidup dan usiaku.
dalam kegundahan dan teriakan maut
aku selami kerusuhan itu, dan karena ku sanggup
maka keraguan turut berkata, tinggalkan saja aku pada waktu.
tetapi hujan yang turun kemaren, seolah membanjiriku, dan akupun kembali.
tertatih aku akan kejujuranku ini
meski merindu setengah hidupku
seolah ingin menyudahi perih dalam kaleng hidup yang usam ini
kupeluk erat dekapan dan bisikan mereka, sahabat.
agar esok aku tak berhenti pada halte sepi
masih di sini berlafaz ya sudahlah
menghembuskan hawa nafas kesetiaan hidupku
seketika sujud dan doa,mengumpulkan kekuatanku
bertempur pada dengungan suara itu
sudahi segera bahaya ini.
by: indah prayodya
11 November 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Entri Populer
-
Menurut legenda, dahulu di Kesultanan Deli Lama, sekira 10 km dari Medan, hidup seorang putri cantik bernama Putri Hijau. Kecantikan sang p...
-
Pada suatu waktu, hiduplah sebuah keluarga nelayan di pesisir pantai wilayah Sumatra. Keluarga tersebut terdiri dari ayah, ibu dan seorang a...
-
Dahulu kala, di kota Persia, seorang Ibu tinggal dengan anak laki-lakinya yang bernama Aladin. Suatu hari datanglah seorang laki-laki mendek...
-
Raja Biak-biak, dengan nama raja Gumelenggeleng. Seorang yang cacat yang tidak punya tangan, kaki sehingga dia tidak bisa duduk. Dia berke...
-
perjalanan ini melelahkan Berbekal untuk perjalanan kenangan biar sebuah keajaiban menungguku sampai aku berpaling pada kenyataan meski...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar