ledakan ini yang menghancurkanku
tapi aku selalu hidup dengan darah
angin puting beliung itu pula yang melemparkan tubuhku
tapi aku selalu bernafas dengan hawa terindah
masih tersisa waktu luas di gurun pasir itu
gersangnya yang membawaku pada arti panas
sesejuk hawa pantai dengan laut cerah
kemanakah aku merintih
kemana aku harus berlari
terusik akan gigitan penghuni malam
sakit tertusuk sinaran bulan
biarkan ku berpikir rusuh
seperti aku yang terhakimi
berteriak akan keadilan hidupku
berharap esok aku tersenyum bersama pagi indah
by: indah prayodya
11 November 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Entri Populer
-
Dahulu di propinsi Sumatera Utara terdapat dua kerajaan. Kerajaan itu dikenal dengan nama Kerajaan Timur dan Kerajaan Barat. Pada suatu k...
-
entah apa yang cerah hari ini wajahnya sampai keubuk hati entah apa sanjungan yang tinggi suara memuji enggan pergi untuk satu wajah te...
-
Di malam natal, orang-orang berjalan dengan wajah yang gembira memenuhi jalan di kota. Di jalan itu ada seorang gadis kecil mengenakan pakai...
-
Menurut legenda, dahulu di Kesultanan Deli Lama, sekira 10 km dari Medan, hidup seorang putri cantik bernama Putri Hijau. Kecantikan sang p...
-
Jaman dahulu kala di sebuah desa tinggal sebuah keluarga yang terdiri dari Ayah, Ibu dan seorang gadis remaja yang cantik bernama bawang put...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar