pahami, inginku dunia bahagia
tak usah pula membenturkan kepalamu dalam kegelisahan
jangan juga coba hentikan semua dunia,
karena takkan pernah mati dengan mu
biarkan lah kesanggupanku memerintahkan aku untuk melangkah
sejauh mataku memandang dari sudut tepian
menghilang tepat diubuk matahari tenggelam
biar takkan kau lihat aku lagi di malam hari
cukup. ketukkan saja palu keadilanku
biar aku sadar hadirnya kebebasaanku
seperti mereka yang telah kau adilkan sebelumku
menghirup kenyataan atas hawa dan nafas yang berarti ini
tersenyumlah jantungku
sadari aku menjagamu
memelukmu dengan perasaanku
tak usah tanyakan aku
by: indah prayodya sihombing
11 November 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Entri Populer
-
Alkisah, pada zaman dahulu kala di daerah Padang Bolak, hiduplah di sebuah gubuk reot seorang janda tua dengan seorang anak laki-lakinya y...
-
Dahulu kala hiduplah seorang raja di daerah Rura Silindung yang bernama Punsahang Mataniari-Punsahang Mata ni Bulan, Raja yang sangat makmu...
-
Kisah, “Tombak Milik Si Bagas Marhusor” berasa; dari sebuah naskah Batak yang berjudul (Hujur Ni Si Bagas”. Naskah ini diterjemahkan oleh P...
-
Pada zaman dahulu kala tersebutlah dalam sebuah kisah, ada sebuah desa yang sangat subur di daerah Kabupaten Karo. Desa Kawar namanya. Pen...
-
Raja Biak-biak, dengan nama raja Gumelenggeleng. Seorang yang cacat yang tidak punya tangan, kaki sehingga dia tidak bisa duduk. Dia berke...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar